Proses Penerimaan murid dalam Silek Tuo Minangkabau
Sebelum penerimaan Murid di Silek Tuo Minangkabau tersebut biasanya guru meminta syarat kepada si murid seperti ayam,kain putih,pisau,daun siriah,dll ada pula beberapa Silek Tuo Minangkabau yang meminta syaratnya ayam biriang kuniang (ayam biring kuning) atau bahasa kerennya phoenix dan ada pula yang meminta ayam sagalo hitam atau orang jawa menyebut dengan nama ayam cemani
Saat penerimaan silek tuo minangkabau ada pula beberapa kegiatan yang dilakukan oleh guru dan senior kepada si murid seperti menyemblih ayam,badoa,penerapan kaji,DLL tergantung dari setiap Sasaran Silek Tuo Minangkabau itu sendiri.
Pada saat menyembelih ayam disuruhlah si anak untuk memegang ayam yang akan dibantai,biasanya ayam tersebut dibantai menghadap kiblat karena itu sudah merupakan sunah dari
rasul dan dibacakan do’anya oleh guru.
Selain itu ada pula beberapa Silek yang ayamnya di belah dan dibacakan doa kemudian dari situlah si guru dapat melihat karakteristik tentang si anak,agar si guru dapat mengubah tingkah laku buruk pada si anak tersebut dengan cepat atau lambatnya.
Setelah ayam selesai di sembelih darahnnya dicecerkan dengan mengelilingi sasaran, ada yang bilang bahwa mencecerkan darah ini di sekeliling sasaran dengan tujuan agar tidak terjadi kecelakaan pada saat si anak latihan silek.
Setelah selesai darah di semblih maka ayam tersebut di masak dan dihidangkan di tengah sasara dengan dibacakan doa oleh orang siak atau ustad agar si murid di permudah dalam mendapatkan ilmu silek yang di pelajarinya.
Nah setelah selesai berdoa dan makan si guru barulah akan memberikan arahan,nasihat,dan kaji pertama untuk si murid dan sambil didengarkan juga oleh senior yang lainnya,Setelah semua selesai barulah MAMBUKAK LANGKAH,mambukak langkah artinya adalah pembukaan saat latihan,nah dengan begitu barulah mulai basilek.

Post a Comment