Sebanyak 227 Tuo Silek Minang hadir di acara sarasehan Silek



PADANG, 20 Maret 2015 : Sebanyak 227 tuo silat dan pesilat dari berbagai aliran di Sumatera Barat hadir pada acara sarasehan silat yang digelar di Gedung Serba Guna Semen Padang, Jumat (20/3). Acara sarasehan itu menghadirkan pembicara utama, Guru Besar Perisai Diri yang juga Dirut PT Pertamina (Persero), Tbk, Dwi Soetjipto.
"Kegiatan ini kita laksanakan sebagai salah satu upaya untuk melestarikan silat tradisi Minang yang pada tempo dulu diwariskan secara turun temurun kepada generasi muda Minang," kata Direktur Utama PT Semen Padang Benny Wendry, pada acara yang dihadiri Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, Rektor Unand Werry Darta Taifur, Direktur PT Semen Indonesia (Persero), Tbk Gatot Kustyadji, Direktur Produksi PT Semen Padang Agus B Nurbiantoro, Direktur Komersial Pudjo Suseno, Direktur Keuangan Tri Hartono Rianto, Komisaris PT Semen Padang Basril Basyar, dan Shofwan Karim.
Benny Wendry mengatakan, perkembangan silat tradisi di Minangkabau saat ini mulai memudar. Karena itu, PT Semen Padang sudah sejak lama mengambil prakarsa dengan membina silat tradisi melalui Forum Komunikasi Karyawan Semen Padang dan memberikan bantuan kepada sasaran-sasaran silat. "Alhamdulillah atlet-atlet silat binaan Semen Padang banyak yang meraih prestasi pada berbagai iven di tingkat nasional," kata Benny Wendry seraya berharap melalui sarasehan itu dapat memberikan pencerahan bagi insan silat di Sumbar.
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menyampaikan terimakasih pada PT Semen Padang yang memiliki kepedulian tinggi terhadap pengembangan silat tradisi di Sumbar." Kami berterimakasih pada PT Semen Padang sebagai BUMN yang tidak memiliki urusan dengan budaya namun memiliki kepedulian pada pengembangan budaya Minang. Ke depan kami berharap perhatian seperti ini tetap dilanjutkan," katanya.
Gubernur juga menyampaikan terimakasih pada Dwi Soetjipto."Pak Dwi meski bukan orang Minang, namun kalau dibedah darahnya pasti ada Minangnya. Walau telah terbang ke Gresik, tapi tetap mau pulang ke Sumbar. Dan, pada Minggu (22/3), beliau menerima gelar sangsako dari Daulat Yang Dipertuan Raja Alam Minangkabau Pagaruyung Darul Qorror," kata Gubernur.
Terkait silat Minang, Irwan menyatakan kebanggaannya dengan silat tradisi Minang banyak tampil di film-film nasional yang mendunia. "Pada silat Marantau dan The Raid, aktornya bertarung dengan menggunakan silat Minang untuk mengalahkan lawan-lawannya," beber Irwan.
Harus Dikemas
Pada kesempatan itu, pembicara utama, Dwi Soetjipto mengangkat topik "Dari Sasaran Silat Kita Bangun Ekonomi Sumatera Barat" mengusulkan pada pemerintah melalui Dinas Pendidikan dan Olahraga, bekerjasama dengan Dinas Pariwisata harus mampu mengemas potensi silek Minangkabau secara kreatif dan inovatif.
Dwi yang mengaku telah lama mengenal silat Minang, jauh hari sebelum bekerja di PT Semen Padang, mengatakan, hasil dari kebijakan dan kreatifitas pemerintah akan mengundang investor, sponsor, wisatawan domestik dan asing, untuk berkunjung ke Sumbar.
Dengan demikian, secara otomatis akan ada investasi, pajak, retribusi, dan Sumbar akan lebih dikenal di kalangan internasional.
"Pada akhirnya, PAD Sumbar akan bertambah dan dampak multiplayer efek perekonomian akan terjadi di kehidupan masyarakat," katanya.
Menurut Dwi pengembangan silat tradisi harus diangkat kembali. Karena silat bukan hanya seni beladiri, namun dapat menarik minat wisatawan datang ke Sumbar. "Ketika ide sarasehan kami lemparkan, PT Semen Padang menyatakan siap. Dan, Pertamina juga siap mendukung Sumbar," kata mantan Dirut PT Semen Padang, dan PT Semen Indonesia (Persero), Tbk itu.
Pada sarasehan itu juga ditampilkan atraksi silat dari pesilat Perisai Diri PT Semen Padang, dan pertarungan silat Minang oleh tuo-tuo silek Minang. (*)
.

Post a Comment

advertise
advertise
advertise
advertise